Trump Dipindahkan dari Pesawat Kepresidenan Akibat Ancaman Rudal
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam dipindahkan dari pesawat kepresidenan Air Force One ke pesawat pemerintah yang lebih kecil saat meninggalkan Turki bulan lalu. Langkah tersebut dilakukan setelah Secret Service menilai adanya ancaman serangan rudal terhadap Trump sebagai ancaman yang kredibel dan segera terjadi.
Ancaman Serangan Rudal Terhadap Trump
Mengutip Reuters, Kamis (13/8/2026), ancaman tersebut muncul pada hari terakhir kunjungan Trump ke Ankara untuk menghadiri KTT NATO. Saat itu, ketegangan antara AS dan Iran tengah meningkat. Secret Service menilai ancaman itu cukup serius sehingga harus dilakukan operasi khusus untuk menyembunyikan pergerakan Trump.
Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan pihak yang bermusuhan dengan Trump baru sebatas menunjukkan niat, sehingga pesawat-pesawat terkait tetap diizinkan terbang.
Perpindahan Trump ke Pesawat Pemerintah
Pada 8 Juli, Trump diam-diam berpindah dari pesawat kepresidenan ke pesawat C-32A yang lebih kecil dan tidak mencolok menggunakan truk katering. Perpindahan ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan ancaman potensial. Trump mengonfirmasi perpindahan tersebut pada wartawan.
Direktur Eksekutif Mitchell Institute for Aerospace Studies, Douglas Birkey, menyebut bahwa ancaman tersebut mungkin berkaitan dengan senjata rudal pencari panas yang sulit dideteksi menggunakan radar. Ini menciptakan potensi serangan tiba-tiba terhadap pesawat berpemandu termal seperti Air Force One.
Pesawat Air Force One yang berangkat secara terpisah membawa pejabat tinggi pemerintah, staf Gedung Putih, dan wartawan. Operasi rahasia ini menimbulkan pertanyaan terkait keamanan para staf yang berada di Air Force One.
Presiden AS telah melakukan perjalanan rahasia sebelumnya, tapi perpindahan Trump kali ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada wartawan karena keterbatasan waktu dalam menghadapi ancaman yang dirasakan sangat serius.





