Serangan Russia ke Ukraina: Zelensky Geram Puluh Rudal Terarah

by -140 Views

Rusia meluncurkan serangan udara gabungan terbesar di ibu kota Ukraina Kyiv, dengan puluhan pesawat nirawak dan rudal balistik yang merusak beberapa gedung apartemen dan melukai 15 orang. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyatakan melalui media sosial bahwa itu merupakan “malam yang sulit” bagi Ukraina dan meminta sanksi internasional baru untuk menekan Rusia agar menyetujui gencatan senjata.

Saksi mata melaporkan adanya gelombang pesawat nirawak dan ledakan yang mengguncang Kyiv, membuat kota tersebut digemparkan. Gambar dari fotografer Reuters menunjukkan pemandangan cahaya oranye-merah dan asap yang memenuhi langit kota. Pemerintah melaporkan kerusakan di enam distrik Kyiv dengan 15 orang terluka, termasuk dua anak-anak.

Pemerintah militer Kyiv menyebut serangan tersebut sebagai salah satu yang paling masif selama perang tiga tahun berlangsung. Sementara itu, Rusia menembakkan rudal dan meluncurkan pesawat nirawak ke sejumlah target di Ukraina. Presiden AS, Donald Trump, memanggil untuk pembicaraan damai antara Russia dan Ukraina, namun Rusia menolak sanksi baru.

Menteri Luar Negeri Rusia berniat merespons serangan, sementara negosiasi pertukaran tahanan berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Meski Trump melihat langkah tersebut sebagai kemajuan menuju perdamaian, Ukraina menyoroti agresi Rusia sebagai hambatan. Rusia menyatakan komitmennya untuk penyelesaian damai namun menegaskan kekuasaannya atas wilayah tertentu di Ukraina.

Pada Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan penaklukan beberapa permukiman di Donetsk dan Sumy, Ukraina. Tidak ada tanggapan langsung dari Rusia terkait serangan malam sebelumnya. Zelenskiy menegaskan perlunya sanksi tambahan untuk mendorong Rusia menerima gencatan senjata.

Source link