SpaceX Merilis Kinerja Keuangan Kuartal Pertama: Pendapatan Naik, Pengeluaran Melonjak
Pada kuartal pertama tahun ini, produsen roket antariksa dan satelit internet Starlink, SpaceX, merilis laporan keuangan mereka. Dari laporan tersebut, terungkap bahwa pendapatan perusahaan hampir dua kali lipat namun pengeluaran juga mengalami lonjakan. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini terus menggeliat dengan produksi roket antariksa dan layanan internet Starlink, serta kepemilikan di platform media sosial X.
Pendapatan Naik 92%, Pengeluaran Meningkat 550%
Berdasarkan informasi dari BBC pada Rabu (5/8/2026), SpaceX berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 92% menjadi US$ 7,8 miliar atau sekitar Rp 140,15 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS sekitar 17.970) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun demikian, pengeluaran perusahaan ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan, naik lebih dari 550% menjadi US$ 18,3 miliar atau sekitar Rp 328,83 triliun. Selama enam bulan pertama tahun 2026, SpaceX juga mencatat kerugian bersih sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 35,93 triliun.
Starlink: Satu-satunya Bagian yang Mencetak Laba
Meskipun demikian, Starlink menjadi sorotan Elon Musk karena merupakan satu-satunya bagian dari perusahaan yang saat ini mencetak laba. Pada kuartal kedua menjelang pertengahan tahun 2026, Starlink berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 1,6 miliar. Musk optimis bahwa bisnis ini akan terus berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam keterangan kepada analis keuangan dan investor setelah penurunan saham SpaceX hampir 9%, Elon Musk menyatakan bahwa banyak pihak tampaknya meremehkan potensi SpaceX. Ia bahkan memberikan prediksi bahwa suatu saat nanti, Starlink memiliki potensi untuk menguasai sebagian besar layanan internet di seluruh dunia.





