Stablecoin Tidak Cocok Sebagai Pembayaran Skala Besar

by -30 Views

Pendapat BIS tentang Stablecoin dan Tokenisasi Deposito

Menurut General Manager Bank for International Settlements (BIS), Pablo Hernandez de Cos, stablecoin tidak dapat diandalkan sebagai alat pembayaran dalam skala besar. Sebaliknya, tokenisasi deposito menawarkan solusi yang lebih menarik dalam mengadopsi teknologi baru ini.

Stablecoin vs. Deposito yang Di-Tokenisasi

Stablecoin merupakan kripto yang dirancang untuk menjaga stabilitas nilai. Meskipun popularitasnya meningkat, banyak kekhawatiran di luar Amerika Serikat terkait stabilitas keuangan dan pencucian uang terkait dengan mata uang kripto ini.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendukung stablecoin sebagai revolusi digital yang mampu memperkuat posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia. Namun, Pablo Hernandez de Cos BIS mengungkapkan bahwa tokenisasi deposito bisa menjadi opsi yang lebih cocok untuk transaksi sehari-hari.

Tantangan seputar Stablecoin

De Cos, yang juga merupakan calon pengganti Christine Lagarde di Bank Sentral Eropa, mengidentifikasi beberapa masalah terkait stablecoin. Salah satunya adalah potensi kenaikan biaya pendanaan bank karena aliran dana yang beralih, menyebabkan peminjam harus membayar suku bunga lebih tinggi.

Stablecoin juga dinilai dapat memecah prinsip “kesatuan” uang karena pembatasan perpindahan produk tanpa biaya transaksi. Dengan demikian, pendapat BIS merespon kontroversi seputar penggunaan stablecoin dalam transaksi keuangan skala besar.

Source link