Ratusan riders memadati Kota Malang dalam gelaran Sunmori Road to Hey Slank, Minggu (19/4/2026). Dipimpin langsung oleh vokalis Kaka Slank, rombongan berkeliling ke sejumlah titik ikonik seperti Kayutangan hingga Jalan Ijen sebagai bagian dari rangkaian tur menuju konser Hey Slank X HS di Lapangan Rampal.
Kegiatan riding ini menjadi agenda khas dalam setiap rangkaian tur Slank. Official Regional HS Jatim–Bali, David Ferdian M, menyebut Sunmori bukan sekadar konvoi, melainkan simbol kebersamaan menjelang konser. Ia juga menegaskan bahwa rangkaian acara Hey Slank selalu membawa misi sosial, mulai dari donor darah hingga job fair untuk penyandang disabilitas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang perjalanan. Kaka Slank yang memimpin rombongan mengaku terkesan dengan semangat para riders, terutama komunitas Vespa yang dikenal solid. “Seru! Aman! Antusiasnya luar biasa!” ujarnya.
Puncak kemeriahan berlanjut dalam konser Hey Slank X HS di Lapangan Rampal, yang bukan sekadar panggung musik, tetapi juga menjadi pertemuan dua “ikon” dengan sejarah kuat di Malang: Slank dan industri rokok.
Malang, Kota Spesial bagi Slank
Bagi Slank, Malang memiliki makna penting dalam perjalanan karier mereka. Kaka Slank mengenang pesan dari musisi senior di awal debutnya bahwa kesuksesan di Malang bisa menjadi penentu masa depan. Hal ini diamini oleh Bimbim yang telah merasakan atmosfer kota ini sejak pertama kali tampil pada 1990. “Malang selalu punya energi yang bikin excited,” katanya. Sementara itu, Ivanka menyebut Malang sebagai salah satu basis Slankers paling militan di Indonesia, menjadikan kota ini selalu istimewa dalam setiap tur mereka.
Kolaborasi dengan Misi Sosial
Dari sisi HS, Direktur Sales & Marketing, Falah Adha, melihat Malang sebagai pasar potensial sekaligus simbol kuat industri rokok nasional. Ia menegaskan bahwa HS hadir bukan hanya sebagai produk, tetapi juga membawa semangat bagi anak muda untuk berani berbeda dan berkarya. Kolaborasi antara Slank dan HS pun dibangun atas kesamaan visi sosial. Bimbim menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar bisnis, melainkan gerakan untuk mendorong kreativitas dan inklusivitas anak muda. Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti perekrutan tenaga kerja disabilitas hingga dukungan terhadap festival musik indie. Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari musisi lokal, seperti Begundal Lowokwaru. Sang frontman, Cipeng, menilai langkah HS sebagai terobosan berani di tengah industri. Konser ini sekaligus menjadi momen pelepas rindu bagi Slankers setelah terakhir kali Slank tampil di Malang pada 2017. Sejumlah penampil seperti Shaggydog dan Rebellion Rose turut memeriahkan panggung, menambah semarak perhelatan musik yang sarat makna sosial dan kebersamaan.





