Syndicate Labs: Kisah Penutupan Setelah 5 Tahun Menjadi Perusahaan Kripto Terkemuka

by -32 Views

Syndicate Labs Tutup Setelah Lima Tahun Beroperasi

Pada 20 Mei 2026, perusahaan kripto yang cukup terkenal yaitu Syndicate Labs mengumumkan penutupan operasinya setelah lima tahun beroperasi. Keputusan ini diambil seiring dengan semakin sedikitnya platform blockchain baru yang diluncurkan.

Melansir dari Yahoo Finance, Syndicate Labs merupakan penyedia infrastruktur Ethereum yang telah membantu para pengembang dalam menciptakan aplikasi berbasis rollup. Namun, kini perusahaan tersebut mengumumkan penutupan dikarenakan pasar yang bergeser dari fokus utamanya.

Mengapa Syndicate Labs Memutuskan untuk Tutup?

Menurut pernyataan dari Syndicate Labs, bisnis saat ini semakin sulit dipertahankan. Dalam ekosistem blockchain, rollup merupakan sebuah sistem penskalaan yang memproses transaksi di luar blockchain utama sebelum mengirimkan ringkasan hasil transaksi tersebut kembali ke blockchain aslinya.

Dengan Ethereum sebagai jalan utamanya, Syndicate Labs berperan sebagai jalur ekspres yang menggabungkan ribuan transaksi sebelum melaporkan hasil akhirnya kembali ke jaringan Ethereum. Namun, dengan semakin sedikitnya platform blockchain baru yang diluncurkan dan banyak jaringan yang ada yang ditutup, permintaan terhadap alat yang mereka bangun pun menurun.

Kini, pasar terbagi antara penyedia infrastruktur besar dan pengembang yang membangun rantai khusus untuk aplikasi tertentu. Hal ini membuat bisnis infrastruktur rollup Syndicate semakin sulit untuk dipertahankan, sehingga mereka memutuskan untuk menghentikan operasi mereka secara teratur.

Harga Token SYND Pasca Pengumuman Penutupan

Sebelum pengumuman penutupan, token asli Syndicate yaitu SYND sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar USD 2,61 pada 18 September 2025. Namun, setelah pengumuman penutupan, harga token tersebut anjlok lebih dari 25% dalam 24 jam terakhir dan saat ini harganya berada di USD 0,01131.

Source link