Titik Lemah Rusia Terungkap: Putin Waswas Ukraina Kalahkan

by -25 Views

Pasukan Militer Ukraina Serang Wildberries, Raksasa E-Commerce Rusia

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasukan militer Ukraina mengubah taktik serangannya dengan menyasar pusat-pusat logistik utama Rusia, termasuk raksasa e-commerce terbesar Wildberries. Serangan drone diluncurkan untuk melumpuhkan rantai pasok, meningkatkan beban finansial bisnis Rusia, serta memaksa Presiden Vladimir Putin kembali ke meja perundingan setelah hampir empat setengah tahun perang berlangsung.

Melansir laporan CNBC International, perusahaan Wildberries mengonfirmasi evakuasi gudangnya di Kota Ryazan pagi ini setelah drone Ukraina menghantam beberapa fasilitas industri. Ukraina fokus pada target logistik yang berperan dalam pasok komponen militer untuk pasukan Rusia.

Wildberries, yang didirikan pada tahun 2004, merupakan pengecer daring terbesar di Rusia dan saat ini mempekerjakan sekitar 48.000 karyawan.

Dampak Serangan Terhadap Ekonomi Rusia

Dua sumber internal mencatat bahwa Pemerintah Rusia perlu menyokong operasional Wildberries dengan menyuntikkan dana bantuan. VTB, bank milik negara, diproyeksikan sebagai pemain kunci. Sberbank Rusia juga sedang menyiapkan program restrukturisasi pinjaman bagi para vendor Wildberries untuk mencegah kebangkrutan sektor usaha kecil dan menengah di Rusia.

Para analis menilai bahwa serangan Ukraina ke Wildberries dapat meningkatkan biaya perang bagi pebisnis serta warga biasa di Rusia, dengan harapan menaikkan oposisi internal untuk memaksa Putin ke meja perundingan.

Kerentanan Ekonomi Rusia dan Isu Sanksi AS

Pertumbuhan ekonomi Rusia tertahan di angka nol persen akibat penurunan output industri dan sektor pertahanan. Hal ini membuat Rusia rentan terhadap sanksi yang lebih berat dari AS.

Pertemuan antara Presiden Zelensky dan Presiden AS Donald Trump membahas tentang lisensi produksi sistem pencegat Patriot serta reaktivasi proses diplomasi. Langkah Kongres AS yang mulai meloloskan rancangan undang-undang sanksi energi baru merupakan tekanan tambahan bagi Moskow.

Eskalasi konflik semakin rumit setelah perang Rusia dan Iran mulai terhubung di lapangan. Ukraina dan Iran saling melancarkan serangan, meningkatkan risiko terhadap pasar minyak yang berdampak pada Rusia.

Source link