Tokocrypto menyiapkan sejumlah inovasi produk dan peningkatan kualitas aplikasi untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah meningkatnya momentum investasi di Indonesia. Perusahaan aset kripto itu menyebut tokenisasi saham sebagai salah satu instrumen yang dikembangkan berdasarkan masukan dari masyarakat.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, perusahaan perlu menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas pilihan investasi bagi pengguna saat memasuki usia ke-8. Pernyataan tersebut disampaikan dalam media gathering di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
“Momentumnya ada di sini, tugas kita sekarang adalah menjaga kualitasnya, yang tadi saya bilang, kualitas aplikasi harus semakin bagus, inovasi harus semakin banyak, fitur-fitur yang canggih-canggih harus semakin ada kita launching,” ujar Calvin.
Perluas Pilihan Instrumen Investasi
Menurut Calvin, pengembangan produk dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar. Tokocrypto menerima masukan mengenai instrumen lain yang dapat menjadi sasaran investasi masyarakat Indonesia, selain produk kripto yang telah tersedia.
Salah satu respons perusahaan terhadap masukan itu adalah pengembangan tokenisasi saham atau tokenized stock. Produk tersebut disebut menjadi bagian dari upaya Tokocrypto memperluas pilihan investasi yang bisa diakses melalui platformnya.
“Jadi kita dapat masukan, bagaimana, apakah ada lagi yang bisa diinvestasikan? Mungkin yang tadi disebutkan sama Pak Calvin adalah tokenized stock, tokenisasi saham,” kata dia.
Selain tokenisasi saham, Tokocrypto telah mengembangkan sejumlah produk lain, termasuk US tokenized stock, futures, dan AI trading. Perusahaan juga menyebut masih terdapat produk lainnya yang telah dikembangkan.
Calvin menegaskan, inovasi produk perlu berjalan beriringan dengan perbaikan aplikasi. Ia menilai stabilitas layanan dan peningkatan fitur menjadi faktor penting untuk mempertahankan pengguna.
“Dengan menciptakan aplikasi yang lebih stabil, fitur-fitur yang lebih baik, itu yang akan membuat user (pengguna) stay dengan kita,” ucap Calvin.
Persepsi terhadap Kripto Berubah
Dalam kesempatan yang sama, Calvin menyoroti perubahan pandangan masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia. Ia membandingkan kondisi saat Tokocrypto mulai berkembang pada 2018 dengan situasi saat ini.
Menurut dia, kripto ketika itu belum dikenal secara luas dan kerap dipersepsikan secara negatif. Bitcoin dan aset kripto bahkan sering dikaitkan dengan permainan uang, penipuan, atau skema Ponzi.
“Pas orang ngomongin kripto, Bitcoin, bayangin apa pertama kali? Apaan ini? money game ya? Apa ini, scam ya? Ponzi ya? Pasti orang negatif di zaman tersebut,” tutur Calvin.
Ia mengatakan, pada masa tersebut kesadaran masyarakat mengenai kripto masih terbatas, sementara infrastruktur pendukungnya baru berkembang. Karena itu, fokus utama pelaku industri saat itu adalah memperkenalkan aset kripto sekaligus membuka akses bagi masyarakat.
Calvin menyebut kondisi tersebut kini telah berubah. Ia merujuk pada angka yang ditampilkan dalam pemaparannya, yakni 22,93 juta akun konsumen aset keuangan per hari.
“Sekarang sudah berbeda banget, angka di slide ini menunjukkan 22,93 juta akun konsumen aset keuangan per hari,” ujar Calvin.





