Ancaman Tarif 50% Trump kepada China Terkait Isu Pengiriman Sistem Pertahanan ke Iran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan memberlakukan tarif hingga 50% terhadap China setelah laporan intelijen mencuat mengenai kemungkinan pengiriman sistem pertahanan udara ke Iran oleh Beijing. Ancaman tersebut diungkapkan dalam wawancara telepon dengan Fox News. Meskipun Trump merespons kabar itu dengan memberikan ancaman tarif, ia juga mengutarakan keraguan terhadap akurasi laporan tersebut, menyebut informasi tersebut tidak memiliki makna yang signifikan dan bahkan dapat menjadi tidak benar.
Laporan CNN International yang merujuk pada sumber internal menyebutkan bahwa intelijen AS menunjukkan kemungkinan China akan mengirimkan sistem rudal anti-pesawat atau rudal MANPADS ke Iran. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Beijing terkait isu ini, spekulasi mengenai peran China dalam konflik Iran semakin berkembang. China sebelumnya dikabarkan mendesak Iran untuk melakukan gencatan senjata dengan AS, namun pihak China membantah menjadi mediator resmi dalam konflik tersebut.
Pengamat kebijakan global dari Nanyang Technological University, Dylan Loh, menilai bahwa China berada dalam posisi hati-hati terkait isu ini. Jika benar adanya pengiriman senjata dari China ke Iran, hal tersebut memiliki potensi untuk mengubah pendekatan China di Timur Tengah dan menambah ketidakpastian geopolitik, meskipun dampak militer secara langsung belum pasti.
Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi yang menunjukkan bahwa China memberikan bantuan militer atau finansial langsung kepada Iran sejak konflik meningkat pada akhir Februari. Dukungan China kepada Iran lebih didorong oleh kepentingan ekonomi, khususnya dalam hal jalur perdagangan energi. Ketegangan ini berlangsung menjelang pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada bulan Mei, yang diharapkan akan membuka arah baru dalam hubungan kedua negara di tengah eskalasi konflik global.





