Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan perjalanan ke Islamabad, Pakistan untuk bertemu dengan pihak terkait dalam rangka negosiasi. Kabar ini disampaikan langsung oleh Trump melalui postingannya di Truth Social pada Minggu kemarin. Trump menyatakan alasan pembatalan perjalanan tersebut karena dianggap terlalu banyak waktu terbuang dan terlalu banyak pekerjaan. Selain itu, Trump juga menyebut adanya perselisihan internal dan kebingungan di dalam kepemimpinan Pakistan. Menurutnya, tidak jelas siapa yang sebenarnya memimpin dan bahwa AS masih memegang kendali dalam situasi tersebut.
Kabar ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad setelah bertemu dengan pejabat Pakistan, termasuk Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS di Islamabad. Delegasi AS yang dijadwalkan akan dipimpin oleh Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, tampaknya juga akan terhambat dengan keputusan ini.
Melalui postingan di platform media sosial, Araghchi menyatakan bahwa kunjungannya ke Pakistan merupakan langkah yang penting. Namun, ia juga menyatakan keraguan mengenai keseriusan AS dalam pembicaraan diplomasi. Situasi ini memberikan gambaran bahwa meskipun terdapat upaya untuk negosiasi, masih ada ketidakpastian yang mempersulit tercapainya kesepakatan damai antara berbagai pihak terkait.





