Trump Klaim Deal Bangun Pusat Militer Raksasa di Greenland

by -60 Views

Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland menyepakati rancangan kerja sama baru yang memperluas ruang bagi Washington untuk memperkuat kehadiran militer dan kendali keamanan di Greenland. Perjanjian itu dijadwalkan ditandatangani dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan depan, tetapi baru berlaku setelah mendapat persetujuan parlemen masing-masing.

Presiden AS Donald Trump mengatakan proses pembangunan kehadiran militer akan segera dimulai di sejumlah area Greenland yang dinilai sesuai. Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengklaim kesepakatan tersebut telah menjawab seluruh kekhawatiran keamanan Amerika Serikat tanpa menimbulkan biaya bagi negaranya.

“Kami akan segera memulai proses pengembangan kehadiran militer yang besar di bagian Greenland yang sesuai, yang jumlahnya banyak,” kata Trump, seperti dilansir CNBC International dan dikutip Sabtu (19/9/2026).

Kesepakatan belum mengubah status Greenland

Greenland merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark. Perjanjian baru itu tetap mengakui kedaulatan dan integritas teritorial Kerajaan Denmark, sekaligus hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri.

Ketentuan tersebut berbeda dari dorongan Trump sebelumnya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat. Greenland telah berulang kali menyatakan bahwa wilayahnya tidak untuk dijual. Pada awal tahun ini, Uni Eropa juga bersatu menegur Trump terkait upaya memperoleh pulau tersebut.

Rencana kerja sama terbaru itu, sebagaimana dijelaskan dalam pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Denmark dan Pemerintah Greenland tertanggal 18 September 2026 di Kopenhagen, memberikan AS jaminan kendali permanen untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna menjaga keamanan Greenland.

Meski demikian, kehadiran militer AS di Greenland sebenarnya bukan hal baru. Washington telah memiliki kehadiran militer di wilayah tersebut berdasarkan perjanjian pertahanan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dengan Denmark.

Ditujukan untuk keamanan Arktik dan Atlantik Utara

Chairman of Naalakkersuisut Jens-Frederik Nielsen menyambut kesepakatan tersebut sebagai langkah yang memperkuat keamanan Greenland, Kerajaan Denmark, Amerika Serikat, dan aliansi negara-negara Barat.

“Ini sangat menyenangkan bahwa kita akan membuat kesepakatan yang akan memastikan dan memperkuat keamanan Greenland, Kerajaan Denmark, Amerika Serikat, dan Aliansi Barat. Perjanjian tersebut mengakui kepentingan Greenland dan tempat kami dalam kerja sama internasional. Ini untuk kepentingan kita semua,” ujar Nielsen.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan perjanjian itu akan memperkuat keamanan bersama di kawasan Arktik dan Atlantik Utara. Menurut dia, kerja sama tersebut juga penting bagi NATO dan Eropa.

“Saya senang bahwa kita akan membuat kesepakatan besar untuk Greenland, Kerajaan Denmark, dan Amerika Serikat. Sebuah perjanjian yang memperkuat keamanan bersama kita di Arktik dan Wilayah Atlantik Utara dan oleh karena itu sangat bagus untuk NATO dan Eropa juga,” kata Frederiksen.

Kantor Perdana Menteri Denmark menyebut penandatanganan akan dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pekan depan. Setelah itu, proses ratifikasi di parlemen nasional ketiga pihak akan menentukan kapan kesepakatan tersebut resmi berlaku.

Source link