Trump Ancam Iran dengan Operasi Ekonomi
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menaikkan tekanan terhadap Iran. Kali ini, Trump mengancam akan melancarkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara manapun”, sekaligus memperingatkan negara-negara yang membantu Tehran menghindari sanksi AS.
Ancaman Trump atas Iran dan Negara Pendukung
Dalam unggahan di Truth Social, sebagaimana dikutip Kamis (20/8/2026), Trump menyebut langkah tersebut sebagai “perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Dia menegaskan bahwa Iran telah gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Trump juga memperingatkan negara-negara yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran. Dia mengancam akan memberlakukan konsekuensi ekonomi yang besar terhadap lembaga keuangan, perusahaan, dan entitas pemerintah yang berhubungan dengan Tehran.
Efek Ancaman Terhadap Pasar Minyak dan Selat Hormuz
Ancaman terbaru Trump memperluas kampanye tekanan ekonomi melalui Operation Economic Fury yang sudah berjalan sejak April. Salah satu dampaknya adalah terhadap pasar minyak, meskipun belum terlalu signifikan.
Selain itu, persoalan Selat Hormuz juga menjadi perhatian penting. Gangguan di jalur tersebut membuat lalu lintas kapal terhenti, mengakibatkan aktivitas pelayaran yang menurun. Pasar minyak pun menjadi sensitif terhadap perkembangan konflik Iran-AS yang terus berlangsung.
Data menunjukkan bahwa aktivitas kapal melalui Selat Hormuz menurun, dan perkembangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh respons militer dari Iran terhadap ancaman ekonomi Trump.
Berita ini disiarkan pada tanggal 20 Agustus 2026





