OKX Ventures dan HashKey Capital telah setuju untuk berinvestasi di platform perdagangan mata uang kripto Vietnam, CAEX. Langkah ini diyakini akan memberikan modal yang cukup kepada CAEX untuk bergabung dalam skema percontohan perdagangan aset digital yang diatur di negara tersebut. Vietnam berada di peringkat keempat secara global dalam Indeks Adopsi Mata Uang Kripto Global 2025 versi Chainalysis. Dengan lebih dari 20 juta pengguna mata uang kripto di negara ini, sekitar satu dari lima penduduknya, transaksi aset digital senilai sekitar USD 220 miliar dilakukan dalam 12 bulan hingga Juni 2025.
Dilansir dari South China Morning Post, suntikan modal dari OKX Ventures dan HashKey Capital bertujuan untuk membantu CAEX mencapai ambang batas modal dasar minimum sebesar 10 triliun dong Vietnam (USD 380 juta) untuk berpartisipasi dalam uji coba perdagangan mata uang kripto resmi. Menurut aturan percontohan, minimal 65 persen modal harus berasal dari investor institusional seperti bank, perusahaan sekuritas, atau perusahaan teknologi, dengan kepemilikan asing yang dibatasi hingga 49 persen.
Selain kontribusi modal, OKX Ventures dan HashKey Capital juga akan bekerja sama dengan CAEX dalam bidang infrastruktur teknis, keamanan sistem, kepatuhan, manajemen risiko, dan konektivitas likuiditas sesuai dengan peraturan Vietnam yang berlaku. Besarnya kepemilikan saham masing-masing investor tidak diungkapkan. CAEX yang didirikan pada September tahun lalu, didukung oleh pemegang saham pendiri Vietnam VPBank Securities dan perusahaan teknologi digital LynkiD.
CEO CAEX, Nguyen Hong Trung, menyatakan bahwa kerja sama dengan OKX Ventures dan HashKey Capital akan membantu CAEX mengoperasikan platform perdagangan aset mata uang kripto sesuai dengan standar internasional. Tujuan CAEX adalah membangun bursa yang transparan, aman, dan mudah diakses di mana setiap investor dapat berpartisipasi dan menikmati pengalaman dinamis di era aset digital.





