Wali Kota NY Mamdani Disemprot, Banyak Tamu Walk Out

by -58 Views

Pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB, Kamis, berlangsung di tengah aksi walk out puluhan delegasi dan meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Israel. Dari podium, Netanyahu membela operasi negaranya di kawasan, menyerang para pengkritik, serta memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari Reuters, Jumat (25/9/2026), puluhan delegasi meninggalkan ruangan saat Netanyahu mulai berbicara. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “kepengecutan moral”. Di galeri, pendukungnya bersorak dalam bahasa Ibrani dengan seruan yang berarti “rakyat Israel hidup”.

Serangan terhadap Mamdani dan pembelaan atas Gaza

Netanyahu secara khusus menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani, yang sebelumnya menyebutnya penjahat perang. Mamdani pernah berkampanye dengan janji akan menangkap Netanyahu jika perdana menteri Israel itu datang ke New York, meski kemudian mengakui dirinya tidak memiliki kewenangan hukum untuk melakukannya. Pekan ini, Mamdani kembali menyebut Netanyahu sebagai arsitek genosida terhadap warga Palestina.

Dalam pidatonya, Netanyahu menolak tuduhan tersebut. “Berikut ini adalah kebenaran sederhana: Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida,” ujarnya. Ia juga menuduh Mamdani mendukung kelompok militan Hamas, tuduhan yang dibantah wali kota New York itu.

“Anda mencoba menghentikan saya untuk datang ke sini. Anda mencoba. Anda mencoba membungkam saya. Nah, Anda tidak dapat membungkam saya. Anda tidak dapat membungkam kebenaran,” kata Netanyahu, merujuk pada kritik Mamdani.

Netanyahu turut menuduh para pemimpin Eropa Barat tunduk pada “gerombolan antisemit” dan menyebarkan kelemahan. Qatar dan Turki juga ia tuduh menyebarkan kebohongan tentang Israel. “Kepada semua pihak yang menyebarkan kebohongan tentang negara saya dan tentang tentara kami yang berani, baik mereka duduk di aula ini atau di kantor wali kota New York yang antisemit, saya katakan ini: Memalukan bagi Anda!” katanya.

Mamdani segera membalas pernyataan tersebut. Ia menilai pidato Netanyahu berisi “kebohongan tak berdasar” untuk membersihkan tindakan Israel di Palestina. Mamdani juga menyatakan Netanyahu tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Protes di luar PBB dan pujian untuk Trump

Di luar gedung PBB, beberapa ratus orang menggelar demonstrasi. Puluhan pengunjuk rasa memblokir lalu lintas sambil menyerukan agar dunia berhenti mempersenjatai Israel dan membiarkan Gaza serta Iran hidup. Polisi dilaporkan menahan sejumlah demonstran.

Dalam kunjungan singkatnya ke Amerika Serikat, Netanyahu tidak dijadwalkan bertemu dengan Trump. Namun, ia menyampaikan pujian kepada presiden AS tersebut dari podium PBB.

“Kami akan terus membela negara kami. Kami akan terus menang karena kami tidak punya pilihan lain. Dalam pertempuran melawan orang-orang barbar ini, kami tidak memiliki mitra yang lebih hebat dari Presiden Trump. Saya berterima kasih kepadanya. Saya berterima kasih atas kepemimpinannya yang berani,” ujar Netanyahu.

Pidato menjelang pemilu Israel

Israel menghadapi isolasi diplomatik yang kian memburuk sejak perang di Gaza dimulai hampir tiga tahun lalu sebagai respons terhadap serangan yang dipimpin Hamas. Netanyahu juga menghadapi pembatasan perjalanan ke sejumlah negara akibat surat perintah penangkapan ICC yang diterbitkan pada 2024. Awal September, Inggris, Prancis, dan Kanada mengumumkan sanksi yang menargetkan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Netanyahu mengecilkan kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat dengan menyebutnya sebagai ulah sekitar 150 remaja yang melempar batu, menebang pohon zaitun, dan terkadang membakar sesuatu. “Saya tidak akan menoleransi main hakim sendiri. Kami adalah negara hukum,” katanya.

Pidato selama 40 menit itu disiarkan langsung pada jam tayang utama oleh empat saluran televisi utama Israel, kurang dari lima minggu sebelum pemilu pada 27 Oktober. Di tengah jajak pendapat yang menunjukkan bloknya tertinggal, Netanyahu memaparkan perjuangan Israel di tujuh area konflik. Pemerintah Israel juga membayar pemasangan 500 papan reklame pro-Israel dan anti-Iran serta puluhan truk kampanye di Manhattan.

Ia membawa pager yang dikaitkan dengan serangan terhadap anggota Hizbullah di Lebanon dan penerima internet satelit Starlink yang disebutnya akan ditinggalkan untuk delegasi Iran. Netanyahu mengatakan perangkat itu dapat membantu mereka menceritakan kisahnya melalui media sosial, seraya menyatakan hanya masalah waktu sebelum pemerintah Iran digulingkan rakyatnya.

Source link