Wamendag RI Maksimalkan Penjualan Kopi dan Pupuk dengan Kunjungan ke Rusia

by -32 Views

Wamendag RI Terbang ke Rusia Demi Genjot Penjualan Kopi hingga Pupuk

Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti terbang ke Rusia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev. Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas kerja sama strategis dengan Rusia, terutama dalam sektor perdagangan, investasi, dan hilirisasi industri.

Nilai Perdagangan dengan Rusia Capai US$4,8 Miliar di 2025

Menurut Wamendag Roro, nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 mencapai US$4,8 miliar, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan kontribusi sebesar 90,6% terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut. Hubungan dagang keduanya terbilang saling melengkapi, di mana Rusia menjadi pemasok komoditas strategis bagi Indonesia seperti batu bara, pupuk, dan produk baja, sementara Indonesia mengekspor minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke Rusia.

Perkembangan Ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement

Wamendag juga menyoroti perkembangan ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement yang ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg. Indonesia tengah mempercepat proses ratifikasi domestik dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV tahun 2026. Untuk mendukung implementasi perjanjian tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council (IEBC) bekerja sama dengan KADIN Indonesia.

Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor perdagangan jasa. Indonesia dinilai memiliki sumber daya manusia terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri Rusia.

Terakhir, Wamendag menegaskan kembali komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendorong hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Source link