Warga Gaza Mengibarkan Bendera Putih, Dikabarkan Menyerah ke Israel

by -327 Views

Di tengah perang yang terus menekan Jalur Gaza, pemandangan puluhan ribu warga Palestina yang berjalan ke selatan sambil mengibarkan bendera putih memunculkan tafsir beragam. Namun bagi banyak dari mereka, kain putih itu bukan tanda menyerah, melainkan permohonan sederhana agar bisa lewat dengan selamat di tengah situasi yang mereka sebut penuh ketakutan dan ketidakpastian.

Bendera putih sebagai harapan, bukan pengakuan kalah

Dalam beberapa hari terakhir, warga di utara Gaza dilaporkan bergerak menuju wilayah selatan setelah tekanan militer meningkat. Sejumlah pengungsi yang berbicara kepada CNN International mengatakan mereka menempuh perjalanan selama berjam-jam, sebagian hanya membawa botol air, sementara yang lain membawa kartu identitas dan selembar bendera putih.

Seorang pengungsi menyebut kartu identitas itu dibawanya karena ia mendapat informasi bahwa jalur tersebut akan aman. Ia mengaku tidak tahu apakah dirinya benar-benar akan diizinkan masuk ke wilayah selatan atau sampai ke tujuan. Bagi mereka, bendera putih dipakai sebagai penanda agar tidak diserang selama perjalanan.

Warga melintasi reruntuhan dengan rasa takut

Kesaksian lain datang dari Zaher, seorang ibu empat anak dari lingkungan Al-Shejaiya. Ia menggambarkan situasi yang dihadapinya sebagai kondisi tanpa rumah, tanpa makanan, dan tanpa air. Zaher mengatakan ia melihat kematian secara langsung dan menyebut tanah di bawah mereka ikut meledak. Dalam kondisi seperti itu, ia mengaku tak punya banyak pilihan selain ikut bergerak ke selatan bersama keluarganya.

Laporan Al Jazeera juga menggambarkan arus pengungsian yang sama. Dalam laporan itu disebutkan bahwa banyak warga Gaza membawa bendera putih karena takut menjadi sasaran serangan saat berjalan. Mereka bergerak berkelompok dalam jumlah besar, dengan harapan dapat menempuh perjalanan tanpa menjadi korban di tengah konflik yang masih berlangsung.

Israel sebut ada koridor empat jam, PBB catat ribuan bergerak

Di sisi lain, Israel menyatakan jumlah penduduk di Gaza utara kini tinggal sekitar 100 ribu orang, turun drastis dari lebih dari satu juta sebelumnya. Militer Israel juga disebut memberikan jeda selama empat jam setiap hari untuk memungkinkan evakuasi warga dari utara ke selatan.

Video dari lokasi, termasuk yang dipublikasikan militer Israel, memperlihatkan warga Palestina berjalan ke selatan. Di antara mereka tampak anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia. Sementara itu, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB melaporkan sekitar 5.000 orang melarikan diri ke Gaza selatan dengan berjalan kaki selama empat jam pada Senin. Israel menyebut pembukaan “koridor kemanusiaan” itu sebagai jalur yang disediakan bagi warga untuk berpindah ke wilayah selatan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.