Musim Kemarau Tiba, Kebutuhan Air Bersih di 4 Wilayah Ini Terancam
Jakarta, CNBC Indonesia – Musim kemarau diprediksi akan tiba pada bulan Agustus mendatang dan menjadi yang terpanjang sejak lama. Hal ini mengkhawatirkan sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, yang berpotensi mengalami krisis air bersih.
Situasi Terkini Musim Kemarau di Indonesia
Menurut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah yang rawan mengalami kekurangan pasokan air. Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin melaporkan bahwa masalah ini telah diperhatikan sejak Maret lalu.
Prediksi BMKG menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering dari biasanya, terutama di sebagian besar Zona Musim. Dengan kondisi ini, ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga dapat terganggu.
Wilayah Rawan Krisis Air Bersih di Pulau Jawa
Ada empat wilayah di Pulau Jawa yang dipantau menghadapi risiko tinggi terkait krisis air bersih. Di antaranya adalah:
- DKI Jakarta: Ekstraksi air tanah yang masif dan polusi tinggi menjadi dua faktor utama penurunan kualitas air bersih di Jakarta.
- Jawa Barat: Prediksi BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat akan mengalami musim kemarau lebih kering dari biasanya.
- Jawa Tengah: BPBD Provinsi Jawa Tengah telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang rawan kekeringan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
- Jawa Timur: Bappenas memasukkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap krisis air bersih regional.
Situasi ini menuntut langkah-langkah preventif dan antisipatif dari pemerintah setempat untuk menjaga pasokan air bersih selama musim kemarau yang diprediksi berkepanjangan.
(pgr/pgr)




