Yayasan Paseban Perluas Kerja Sama dengan Perum Perhutani 276 Hektar
Perayaan ulang tahun pertama Yayasan Paseban di Gedung Manggala Wanabakti, Blok 4 lantai 2, bukan sekadar seremoni pembukaan kantor baru. Momen itu sekaligus menandai babak baru kerja konservasi yang mereka bangun selama setahun terakhir, lengkap dengan capaian yang disebut melampaui target awal. Di hadapan para undangan, yayasan ini memaparkan arah kerja yang semakin terukur: menanam, merawat, memantau, dan menjaga ekosistem secara berkelanjutan.
Setahun, 17.000 Pohon, dan Sistem Pemantauan Digital
Andy Utama selaku Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Paseban menyampaikan bahwa dalam satu tahun, timnya bersama para staf dan ranger telah menanam 17.000 pohon lokal dan endemik di wilayah Jawa Barat. Jumlah itu menjadi penanda bahwa upaya konservasi yang dijalankan tidak berhenti pada seremoni tanam, melainkan bergerak ke fase pemeliharaan yang lebih serius.
Yang menarik, setiap pohon yang ditanam tidak dibiarkan tanpa jejak. Yayasan Paseban menerapkan sistem tagging serta pemetaan digital yang terhubung dengan Google Earth. Dengan cara ini, perkembangan pohon dapat dipantau dari waktu ke waktu, sehingga proses perawatan menjadi lebih transparan dan terarah. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa konservasi kini tak lagi hanya mengandalkan semangat, tetapi juga data dan teknologi.
Penangkaran Burung Lokal dan Endemik di Megamendung
Selain fokus pada penghijauan, Yayasan Paseban juga menggarap penangkaran burung lokal dan endemik di Megamendung. Kegiatan ini dilakukan secara legal dengan dukungan dokumen persetujuan dari Balai Besar KSDA Jawa Barat. Burung-burung yang ditangkarkan nantinya direncanakan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alami, dengan tujuan memperkuat keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Langkah ini memperlihatkan bahwa kerja konservasi yang dibangun yayasan tidak hanya menyasar tutupan hutan, tetapi juga kehidupan satwa yang bergantung pada ekosistem itu sendiri. Dalam konteks Megamendung, upaya tersebut menjadi bagian penting dari menjaga keseimbangan alam yang semakin rentan.
Dukungan Pemerintah dan Nilai Strategis Megamendung
Acara peringatan ini juga dihadiri Staf Khusus Menteri Kehutanan Andi Saiful Haq dan Kepala BP2SDM Indra Exploitasia. Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa kerja-kerja yang dilakukan Yayasan Paseban mendapat perhatian dari pemerintah. Dalam sambutannya, Andi Saiful Haq menyampaikan pesan dari Menteri Kehutanan dan mengingatkan pentingnya perlawanan bersama terhadap kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.
Sementara itu, Wiratno, mantan Dirjen KSDAE, menilai langkah Yayasan Paseban memiliki arti strategis. Ia menyoroti posisi Megamendung sebagai wilayah transisi menuju Cagar Biosfer Cibodas yang dikenal kaya keanekaragaman hayati. Menurutnya, capaian 17.000 pohon di lahan seluas 276 hektar bersama Perum Perhutani bukan hanya pencapaian teknis, tetapi juga pijakan penting bagi warisan ekologis dan budaya di masa depan.
Ulang tahun pertama Yayasan Paseban akhirnya menegaskan satu hal: konservasi yang dijalankan dengan disiplin, teknologi, dan kolaborasi bisa menghasilkan perubahan nyata. Di tengah ancaman kerusakan lingkungan, kerja yang tampak sederhana ini justru memperlihatkan arah yang lebih jelas bagi masa depan alam di Jawa Barat.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





